2.3.13

Potensi Biomassa Hasilkan Listrik, Bahan Bakar Kompor, dan Pupuk Organik

Rabu, 02 Januari 2013

Potensi Biomassa Hasilkan Listrik, Bahan Bakar Kompor, dan Pupuk Organik

SOREANG, (PRLM).- Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan biomassa terbesar di dunia. Namun demikian, potensi yang besar tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat maupun pemerintah. Padahal, dengan pengolahan yang tepat, biomassa dapat menghasilkan tiga hal sekaligus yaitu energi listrik, bahan bakar untuk kompor, dan selanjutnya pupuk organik.

Demikian disampaikan Direktur PT Cipta Visi Sinar Kencana, Sonson Garsoni kepada “PRLM” di Jln. Raya Banjaran, Kab. Bandung, Senin (31/12/12). Ia mengatakan, biomassa atau energi matahari yang tersimpan pada material biologis (seluruh tumbuhan dan hewan pemakan tumbuhan) merupakan sumber energi terbarukan yang terdapat di seluruh wilayah Indonesia.

Pada setiap bagian material biologis yang hidup atau baru saja mati (masih segar), kandungan energi matahari tersebut dapat dibangkitkan kembali dan diubah menjadi biomethan (biogas murni). “Nah, biomethan inilah yang selanjutnya dapat digunakan menjadi bahan bakar bagi genset sehingga menghasilkan listrik. Selain itu, biomethan juga bisa digunakan sebagai bahan bakar kompor gas dan limbah yang dihasilkan dari proses pembangkitan biomassa pada material biologis bisa berupa pupuk organik cair,” kata Sonson menjelaskan.

Sementara itu, alat yang dapat digunakan untuk mengolah material biologis hingga bisa membangkitkan biomassa dan menghasilkan biomethan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBM). Menurut Sonson, dengan menggunakan instalasi mini PLTBM, 150 kg biomassa bisa menghasilkan 6 m3 biomethan dan 300 liter pupuk organik cair (POC) per hari.

Biomethan sebanyak 6 m3 itu bisa menjadi bahan bakar bagi genset 6 KWH/ 6 KVA untuk menyala selama 6 jam. Sementara itu, bila 6 m3 biomethan tersebut digunakan sebagai bahan bakar untuk kompor gas, akan setara dengan energi dari 2,88 kg gas elpiji,” katanya menjelaskan.

PLTBM menjadi minat tersendiri bagi sejumlah kalangan untuk memanfaatkan potensi biomassa yang mereka miliki. Komisaris PT Pasir Tengah, Iwang Sambas mengaku siap memasok 400 ribu kg kotoran sapi miliknya. “Setiap hari kami bisa menghasilkan sekitar 400 ribu kg kotoran sapi. Artinya, per hari bisa dihasilkan listrik sekitar 16 ribu KWH,” katanya.

Dirut PT. Apelindo, Heri Zein juga mengaku tertarik untuk memasok biomassa agar dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi. “Selama dua tahun terakhir ini kami sudah biasa memasok sebanyak 2 ribu ton limbah padat setiap bulan ke daerah Kalimantan. Selain itu, untuk Tahun 2013 kami juga telah dikontrak untuk mengirimkan 15 ribu ton limbah padat dan 1 juta liter limbah cair pada setiap bulan ke daerah Karawang dan Bandung,” katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan beri komentar

Pupuk adalah zat hara yang ditambahkan pada tumbuhan agar berkembang dengan baik sesuai genetis dan potensi produksinya. Pupuk dapat dibuat dari bahan organik ataupun non-organik (sintetis). Pupuk organik bisa dibuat dalam bermacam-macam bentuk meliputi cair, curah, tablet, pelet, briket, atau granul. Pemilihan bentuk ini tergantung pada penggunaan, biaya, dan aspek-aspek pemasaran lainnya.

Pupuk Organik

Cari Pupuk Organik

Info Katalog Online

http://www.kencanaonline.com adalah e-commerce yang menyediakan dan melayani penjualan secara online aneka produk " unique- healthy & eco friendly" bagi pendukungan pada pengelolaan sampah untuk sanitasi perkotaan menjadi pupuk organik. Pupuk organik selanjutnya mendukung perwujudan pertanian organik, pertanian berkelanjutan dan pengembangan komoditi dengan teknologi pemupukan terpadu.




Paket Teknologi Pembuatan Pupuk Organik

Paket Teknologi Pembuatan Pupuk Organik
Komposter adalah media penyimpan bahan pupuk organik (kompos ) yang berasal dari sampah organik seperti sisa sayuran, makanan, daging dan ikan yang akan menghasilkan pupuk organik. Bahan sampah organik ini akan mengandung nutrisi ( NPK, MgSCa dan Mikro Elemen) yang baik dan sedikit sekali mengandung logam berat (Fe, Al, Cu). Komposter ini baik digunakan bagi para hobbies tanaman dan pertamanan ( Type S sampai L) maupun yang secara profesional menjadi alat produksi kompos ( Rotary Klin ) dengan tujuan komersil. Paket Teknologi bagi tujuan komersial sebagai suatu Instalasi Pengelolaan Kompos Kota (IPKK) akan menghasilkan margin laba yang baik.

Pabrik Pupuk Organik Granul

Pabrik Pupuk Organik Granul
Investasi UKM dalam pembuatan pupuk organik granul kini bergairah setelah pemerintah memberikan subsidi bagi pembuatan pupuk organik. Inilah kali pertama lingkup kerja Lingkungan Hidup bertemu dengan Pertanian dalam menggarap masalah saampah kota- sebagai bahan organik yang berpotensi sangat besar dijadikan bahan pupuk - untuk dikembalikan ke desa.

Pertemuan Bisnis Organik Granul

Pertemuan Bisnis Organik Granul
Pertemuan pengusaha membahas peluang bisnis Organik Granul di Bandung berlangsung di Kadin Lounge. Komitmen investasi UKM akan membuka horison baru bahwa sampah kota akan sangat diperlukan bagi bahan baku pembuatan kompos dalam jumlah besar.

Trip Organik

Trip Organik
Wisata Organik atau Trip Organik "Posko Hijau" Bandung bertujuan mengenalkan aneka proses pembuatan bahan organik kompos hingga budidaya pertanian organik sampai mencicipi makanan serba sehat dan organik. Pesanan pada Trip Organik ini masih didasarkan atas Order, minimal Paket 25 Pax ( 25 Peserta by Micro Bus kapasitas 27 Seat). Dengan harga Rp 395.000,-/pax orang, peserta dapat melaksanakan sendiri pembuatan kompos sambil menikmati wisata unik di Bandung Selatan.