4.1.11

Menyajikan Pupuk Organik bentuk Granul, mendukung Pertanian Berkelanjutan

Pupuk organik dengan bahan baku aneka bahan organik,  misalnya semua material yang berasal dari kompos, kotoran hewan ternak dan bahan pengkayaan unsur hara (enrichment) lainnya, kini bisa dibuat dalam bentuk granul. Perkembangan permintaan terhadap kompos padat dan atas pertimbangan kemudahan dalam aplikasi pemupukan, kompos dibentuk granul.

Granul, butiran seperti kacang hijau sampai  ukuran bentuk kacang kedelai, ukuran 2 mm sampai 4 mm, juga memungkinkan bagi penambahan unsur hara organik lain, menjadi pupuk organik granul (POG). Sumber Kalium (K2O) organik dari abu janjang sawit, P2O5 dari phosphates alam (guano), senyawa dari kompos hasil dekompoissi  guna menambah kandungan Carbon  organik (C-Organik), serta  meningkatkan rasio C/ N dari lignit atau batubara muda serta zat pengatur tumbuh ( ZPT), senyawa dan asam amino serta mikroba pelarut sering ditambahkan para produsen pupuk organik granul. Namun, setiap produsen dan merk memiliki ramuan berbeda antara satu dengan lainnya, karena komposisi dan tingkat mutu sangat disesuaikan dengan segmen pasar maupun target pasar yang dibidiknya. Pupuk Organik granul (POG) memilki kekerasan tertentu dengan kandungan lengkap NPK dan senyawa serta asam amino, tergantung bahan baku yang digunakan. 

Dalam mendukung peningkatan kualitas pupuk organik, salah satunya, ditempuh dengan penyediaan alat mesin yang memenuhi standar. Bagi kepentingan penyajian pupuk organik kompos, investasi dilakukan hanya dengan membentuk Instalasi Produksi Kompos (IPKK). Sementara bagi tujuan pembuatan pupuk organik bentuk granul, disamping mesin pembuat kompos IPKK bagi jaminan penyediaan bahan baku utama berupa kompos diatas, diperlukan investasi lebih mahal dalam bentuk instalasi mesin pupuk organik granul (POG). Pupuk organik berkualitas, antara lain dicirikan oleh bebasnya dari material sampah terbawa (logam, kaca, dll) maupun mikroba patogen, yang dalam praktek sering terjadi dalam pupuk organik beredar merugikan petani pengguna. Memastikan bahan baku utama, hanya kompos baik dijadikan bahan baku, adalah dengan menyediakan alat mesin rotary kiln, membentuk instalasi produksi kompos (IPKK). Mengandalkan kepada supplier kompos, yang seringkali belum memilki jaminan kualitas, hanya mengayak tanah TPA, akan sangat beresiko pada hasil pupuk organik granul (POG). Padahal, kualitas pupuk akan menjadi promosi yang baik pula bagi meluasnya penggunaan oleh para petani, sehingga menarik minat petani lain menggunakannnya.

Satu set alat mesin granulator dengan kapasitas output pupuk organik grannul 1 ton/ jam terdiri dari :

A. Satu ( 1) unit penghancur  dan penghalus bahan (hammer mill atau crusher) kapasitas input bahan baku 2 ton/ jam,
1. Drum : Ø 650 x 1.000 mm
Electromotor 10 HP, 3 Phase
Gearbox Tupe 175, kapasitas 250 kg / batch'
2. Scrapper, material MS ` 8 mm
Electromotor 5 HP, 3 Phase
3. Blade :Baja
4. Electromotor : 10 HP, 3 Phase
5. Kapasitas : 2 ton per Jam
B. Satu (satu) ayakan (sifter machine atau rotary screen) kaps 2 ton/ jam,
1. Frame : - ( 800 x 2.500 x 1.000) mm, Material MS UNP 100
2. Screen, dimensi ( Ø 600 x 2.000) mm, Wiremesh 2 mm & 6 mm, Material SUS 304
3. Electromotor : 3 HP, 3 Phase
4. Kapasitas : 2 Ton per Jam

C. Satu (1) tungku burner ( bahan bakar sumber batu bara) kapasitas 2 ton/ jam terdiri dari:
1. Dimensi : ( 1.200 x 1.200 x 1.700) mm,
2. Blower : output 3”
3. Bata Api SK-34
4. Castable
Kebutuhan batu bara bagi pemanasan di rotary dryer sekitar 90 kg/ jam, sangat efisien dalam mengeringkan material organik.

D. Satu pengering ( rotary dryer) diameter 760 mm, kapasitas @ 1 ton/ jam/ unit,
1. Drum : - Ø 760 x 12.000 mm, - Material MS ` 8 mm
2. Electromotor : 10 HP, 3 Phase
3. Gearbox : Type 155 TKV
4. Exhaust : 3 HP
5. Temperature Control
6. Kapasitas : 2 Ton per Jam
E. Dua ( 2) unit parabola pembentuk granul ( pan granulator diameter 3 m) kaps 1 ( satu) ton/ jam.
1. Parabola : ø 3.000 mm, MS ` 6 mm,
2. Elektro Motor : - 15 HP, Gearbox Type 175
3. Frame : BEAM Profil
Diluar paket alat utama diatas, dapat ditambahkan cooler dan dehumidifier (sprayer bakteri) serta 4 set pembawa (conveyor belt). Conveyor belt terdiri dari 2 unit untuk feeding bahan pencampuran pupuk organik granul (kompos curah, abu janjang sawit, phospat, mikroba dan zeolit dan lignit) ke pengering (dryer) dilengkapi vibrator screen, 1 unit set conveyor granul ke pengering (dryer) dan 1 set belt sebagai pembawa (feeding) ke ayakan (sifter atau screen). Penetapan harga rata-rata conveyor adalah Rp 13, 5 juta/ m.

Pengeringan bertujuan menyiapkan bahan agar mudah dihancurkan dan dihaluskan dengan menggunakan alat pengering ( rotary dryer). Target kadar air kompos kering kurang lebih 20 persen. Kompos, yang sudah kering kemudian digiling dengan mesin giling (hammer mill) untuk mencapai tingkat kehalusan kompos yang diperlukan minimal 80 mesh.

Selanjutnya, proses granulasi dengan menggunakan pan granulator. Alat ini berbentuk piringan yang berputar. Ukuran pan piringan bisa bermacam-macam, namun dalam paket ini pan granulator memiliki ukuran garis tengah ( diameter) 3 m.

Langkah berikutnya adalah pengeringan granul hingga mencapai kadar 4 persen hingga 12 persen ( standar Departemen Pertanian RI) atau hingga 20 persen ( bagi penggunaan sendiri) . Setelah pengeringan kemudian feeder conveyor belt akan membawa ke pengayakan untuk memisahkan pupuk granul organik hingga lolos mesh 60 sampai 100.

Dan langkah terakhir, setelah sortir dan pengeringan adalah pengemasan pupuk organik granul. Ukuran kemasan memiliki kapasitas volume 50 kg. Kemasan juga bisa menggunakan karung PE dengan ukuran 25 - 30 kg.

Kemajuan teknologi permesinan dalam negeri dalam mendukung pertanian, salah satunya adalah paket mesin pupuk organik granul, diharapkan makin memacu kemampuan para pemangku kepentingan ( stakeholder) pertanian dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan ( sustainable agriculture) + )
Lihat juga,

4 komentar:

  1. Anonim15.48.00

    petani padi dapat pupuk organik granul dengan harga murah karena subsidi pemerintah, tapi banyak masalahnya ya......mutu itu lho, apa karena mesin atau formula pembuatnya masing2, jadi harus kita tahu benar merk yang baiknya mana ?

    BalasHapus
  2. Anonim15.51.00

    Beberapa bahan yang sering ditambahkan adalah pupuk anorganik untuk meningkatkan kandungan hara N, P, K, atau hara mikro lainnya. Dapat pula ditambahkan dengan asam humat atau asam fulvat atau hormon perangsang pertumbuhan tanaman. Apabila memungkinkan dapat pula ditambahkan dengan mikroba-mikroba. Cuma tidak semua mikroba bisa ditambahkan ke dalam pupuk granul. Banyaknya bahan yang ditambahkan berbeda-beda untuk setiap perusahaan. Jenis dan dosis ini merupakan ‘rahasia perusahaan’ masing-masing. Ibaratnya masakan, jenis masakan bisa sama tetapi ‘ramuannya’ bisa berbeda-beda untuk setiap koki.

    BalasHapus
  3. Anonim17.33.00

    Dampak negatif dari penggunaan agrokimia, berupa pupuk dan pestisida, antara lain berupa pencemaran air, tanah, dan hasil pertanian, gangguan kesehatan petani, menurunnya keanekaragaman hayati, ketidak berdayaan petani dalam pengadaan bibit, pupuk kimia dan dalam menentukan komoditas yang akan ditanam. Semoga pupuk organik granul dapat dikembangkan, menyelamatkan sanitasi lingkungan sekaligus dukung pertanian

    BalasHapus
  4. Anonim05.04.00

    This article will assist the internet viewers for building
    up new blog or even a weblog from start to end.

    BalasHapus

Silahkan beri komentar

Pupuk adalah zat hara yang ditambahkan pada tumbuhan agar berkembang dengan baik sesuai genetis dan potensi produksinya. Pupuk dapat dibuat dari bahan organik ataupun non-organik (sintetis). Pupuk organik bisa dibuat dalam bermacam-macam bentuk meliputi cair, curah, tablet, pelet, briket, atau granul. Pemilihan bentuk ini tergantung pada penggunaan, biaya, dan aspek-aspek pemasaran lainnya.

Pupuk Organik

Cari Pupuk Organik

Info Katalog Online

http://www.kencanaonline.com adalah e-commerce yang menyediakan dan melayani penjualan secara online aneka produk " unique- healthy & eco friendly" bagi pendukungan pada pengelolaan sampah untuk sanitasi perkotaan menjadi pupuk organik. Pupuk organik selanjutnya mendukung perwujudan pertanian organik, pertanian berkelanjutan dan pengembangan komoditi dengan teknologi pemupukan terpadu.




Paket Teknologi Pembuatan Pupuk Organik

Paket Teknologi Pembuatan Pupuk Organik
Komposter adalah media penyimpan bahan pupuk organik (kompos ) yang berasal dari sampah organik seperti sisa sayuran, makanan, daging dan ikan yang akan menghasilkan pupuk organik. Bahan sampah organik ini akan mengandung nutrisi ( NPK, MgSCa dan Mikro Elemen) yang baik dan sedikit sekali mengandung logam berat (Fe, Al, Cu). Komposter ini baik digunakan bagi para hobbies tanaman dan pertamanan ( Type S sampai L) maupun yang secara profesional menjadi alat produksi kompos ( Rotary Klin ) dengan tujuan komersil. Paket Teknologi bagi tujuan komersial sebagai suatu Instalasi Pengelolaan Kompos Kota (IPKK) akan menghasilkan margin laba yang baik.

Pabrik Pupuk Organik Granul

Pabrik Pupuk Organik Granul
Investasi UKM dalam pembuatan pupuk organik granul kini bergairah setelah pemerintah memberikan subsidi bagi pembuatan pupuk organik. Inilah kali pertama lingkup kerja Lingkungan Hidup bertemu dengan Pertanian dalam menggarap masalah saampah kota- sebagai bahan organik yang berpotensi sangat besar dijadikan bahan pupuk - untuk dikembalikan ke desa.

Pertemuan Bisnis Organik Granul

Pertemuan Bisnis Organik Granul
Pertemuan pengusaha membahas peluang bisnis Organik Granul di Bandung berlangsung di Kadin Lounge. Komitmen investasi UKM akan membuka horison baru bahwa sampah kota akan sangat diperlukan bagi bahan baku pembuatan kompos dalam jumlah besar.

Trip Organik

Trip Organik
Wisata Organik atau Trip Organik "Posko Hijau" Bandung bertujuan mengenalkan aneka proses pembuatan bahan organik kompos hingga budidaya pertanian organik sampai mencicipi makanan serba sehat dan organik. Pesanan pada Trip Organik ini masih didasarkan atas Order, minimal Paket 25 Pax ( 25 Peserta by Micro Bus kapasitas 27 Seat). Dengan harga Rp 395.000,-/pax orang, peserta dapat melaksanakan sendiri pembuatan kompos sambil menikmati wisata unik di Bandung Selatan.