21.11.10

Modern Composting

Agricultural cultivation practices which only consider the results of a moment without concern for damage effects in the future to make the destruction of agricultural land fertility due to the elements in the soil ( C-organic, nutrient contained) transported by the crop and the effects of excessive use of inorganic fertilizer plant will cause dependency nutrient intake from the outside environment and the disappearance of the ability of plants to provide natural nutrients. Therefore, special treatment is needed to repair and restore the fertility of the land became productive again, with a combined intake of inorganic nutrient limited granular-like compound tablet technology applications ( Gramalet ® ) at doses in a wise and organic fertilizers and biological ( such as Green Phoskko ® ) , so that crop productivity will also increase. According to the Center of Bogor Agricultural Land Resources Research ( 2008) , 73% of agricultural land Indonesian low organic matter content ( between 0.6 to 2% ) , 23% in the medium ( soil organic matter 2-3% ) , and only 4% of the entire land area that is rated to have high organic matter ( over 4% ) . This condition is not favorable for agricultural land in tropical areas are buffeted by high rainfall.

Organic manure as fertilizer is not the usual microbiological activity ( inorganic chemistry) that directly improve soil fertility by adding nutrients to the soil. Organic fertilizer, biological or microbiological adding nutrients through natural processes, namely fixation of atmospheric nitrogen, making the material dissolved phosphorus, and stimulates plant growth through synthesis of substances that support plant growth. Microorganisms in microbiological fertilizer restore natural nutrient cycles of soil and organic material to form soil. Through the use of microbiological fertilizers, healthy plants can be grown while improving sustainability and soil health. Farmers need to re-use biological and organic fertilizer as an appropriate solution to minimize the adverse effects of chemical fertilizer use has been proven to have caused a variety of degenerative diseases ( diabetes mellitus, hypertension, etc.) .

Actually, in order to meet the needs of the plants will be organic materials, natural materials ( trash and waste) will experience organic decomposition ( decomposition) in nature with the help of microbes and other soil biota. However, the natural composting process lasts longer and slower. To speed up the composting process, for the benefit of rapid recycling, composting technology has been developed ( composting) , both with simple technology ( open windrows) , medium ( open windrows with aeration) , and high technology ( Kiln Rotary Composter) . In principle the development of this technology is based on the process of decomposition of organic material that is manipulated by the given microenvironment ( humidity, temperature, moisture content, aeration and other factors for the decomposition by microbial decomposers) can take place continuously without stopping. Decomposition process is optimized in such a way that composting can run more quickly and efficiently.

Technology composting ( composting technology) is becoming very important, especially to overcome the problems of garbage and waste ( organic) - especially in urban areas, such as to overcome the problem of trash in commercial areas ( residential areas, malls, hotels, industrial estates, factories, etc.) , garbage and waste problems in the social area ( schools, hospitals, places of worship, etc.) as well as problems arising from the existence of organic waste ( food and beverage industry, as well as agricultural waste, sewage farms and plantations) .

Compost, as a result of processing waste and organic waste, a big benefit for the effort to improve soil structure by increasing soil organic matter content and will enhance the ability of soil to maintain soil water content. Microbial activity in soil that are beneficial to plants will increase with the addition of compost. Microbial activity helps plants to absorb nutrients from the soil. Soil microbial activity are also known to help plants deal with disease. Plants are fertilized with compost also tend to be better quality than plants fertilized with chemical fertilizers, eg more resistant crops stored, heavier, fresher, and more comfortable.

19.11.10

Seminar Teknologi Pupuk Di Palembang ( Part 02)

Indonesia merupakan salah satu penghasil komoditas kelapa sawit terbesar di dunia. Kebutuhan tandan buah kelapa sawit (TBS) akan seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan CPO (crude palm oil/CPO). Permintaan dan harga CPO, salah satunya seiring dengan meningkatnya harga minyak mentah, menjadikan CPO pilihan untuk bahan baku pembuatan bio energi ( bio ethanol) disamping adanya permintaan konvensional untuk produk turunan ( derivatif) lainnya ( sabun, kosmetik, minyak goreng). Dengan demikian, peluang peningkatan produksi melalui perluasan kebun, peningkatan produktivitas/ Ha dan peningkatan industri pengolahan kelapa sawit (PKS) masih prospektif untuk memenuhi pasar dalam dan luar negeri.

Upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing agribisnis perkebunan kelapa sawit diantanya melalui penggunaan pupuk majemuk lengkap tablet formulasi Gramalet formula Sawit. Pupuk majemuk lengkap formulasi Gramalet® adalah pupuk spesifik tanaman yang dikhususkan bagi tanaman dan perkebunan kelapa sawit serta kelompok tanaman palma lainnya (seperti tanaman hias palm, pinang dan kelapa dalam ).

Formula dirancang dengan mempertimbangkan jumlah maupun jenis kebutuhan unsur hara disesuaikan dengan tahap pertumbuhan, lokasi dan jenis tanaman kelapa sawit serta penetapan target produktivitas tanaman kelapa sawit. Kandungan hara lengkap meliputi makro primer (NPK), makro sekunder (Mg,S,Ca) dan mikro esensial ( Fe, B, Bo, Mo, Mn, Zn, Cl ), disajikan berbentuk tablet ukuran 10 gram ( diameter 24 mm ), akan menjamin pelanggan mendapatkan aneka hara pupuk lengkap yang sudah mengandung seluruh unsur hara sekaligus dalam setiap tablet. Formula ini terdaftar pada Departemen Pertanian RI No : T904/BSP/II/2003.

10.11.10

Prospek Bisnis Berbasis Sampah dan Bahan Organik

Pupuk organik bisa dibuat dalam bermacam-macam bentuk meliputi curah (prilled), tablet, pelet, briket, atau granul. Pemilihan bentuk ini tergantung pada analisa penggunaan dan aplikasi pada tanaman target, biaya produksi, distribusi dan aspek-aspek pemasaran lainnya. Salah satu bentuk pupuk organik yang banyak dipakai saat ini adalah granul.
Upaya mendukung peningkatan kualitas pupuk organik- salah satunya- ditempuh dengan penyediaan alat mesin dan teknologi bagi penyajian pupuk organik berbentuk granul. Sehingga, pupuk organik menarik minat petani, pekebun, perkebunan dan pengusaha agribisnis - sebagai pengguna. Bentuk granul, disamping memudahkan dalam aplikasinya di kebun maupun sawah, juga adanya dukungan pemerintah melalui BUMN Pertanian.

Sejak TA 2008, APBN telah memberikan subsidi bagi 385.000 ton ( 2008) dan 450.000 ton ( 2009). Dengan subsidi pemerintah melalui BUMN ( PT Pusri, PT Pertani - Persero, PT Sang Hyang Seri dan PT. Petroganik) telah membuka kesempatan bagi Usahawan Keci Menengah -UKM berinvestasi dalam indutri Pupuk Organik Granul.

Dukungan lain, adalah keberadaan teknologi dan sumber bahan baku murah bagi pengkayaan ( enrichment) unsur hara dari bahan sampah organik, kotoran hewan dan aneka bahan mineral hasil galian tambang meliputi zeolit, phosphates dan dolomit.

Teknologi alat mesin Biophoskko berupaya menyediakan sistem ( chain supply) yang padu mulai penyediaan kompos - sebagai bahan baku terbesar ( berasal dari sampah organik di perkotaan ) bagi bahan baku organik granul. Rangkaian mesin tersebut adalah peralatan pencacah sampah, komposter - pengolah sampah menjadi kompos, pengayak dan paket mesin bagi pengeringan ( rotary dryer), penghalusan bahan baku ( hammer mill ), penghancur bahan ( crusher), pembentuk granul ( Pan parabola granulator) hingga pengayakan ( rotary screen ). Paket alat mesin ini akan membantu para investor dalam mengembangkan pupuk bentuk granul - yakni pupuk organik yang disajikan lebih praktis, efisien dan relatif murah di mata petani.
Perkembangan permintaan terhadap kompos padat - sebagai pupuk organik dan atas pertimbangan bagi mudahnya aplikasi pemupukan, kini banyak kompos dibentuk granul. Bentuk granul- butiran seperti bentuk kacang hijau sampai bentuk kacang kedelai ukuran 2 mm sampai 4 mm. Proses granulasi kompos juga memungkinkan adanya penambahan unsur hara organik lain ( misalnya sumber unsur Kalium dari abu janjang sawit), unsur P2O5 ( dari penambangan Phosphates Alam) dan sumber C- Organik ( meningkatkan rasio C/N dari lignit atau batubara muda ) serta zat pengatur tumbuh ( ZPT), bakteri penambat dan mikroba pelarut.

3.11.10

Pengomposan Bagi Pertanian Organik

Praktik budidaya pertanian yang hanya memperhitungkan pada hasil sesaat tanpa mempedulikan efek kerusakan dikemudian hari menjadikan rusaknya kesuburan lahan pertanian akibat unsur-unsur dalam tanah ( C-organik, hara terkandung) terangkut oleh hasil panen serta efek dari penggunaan pupuk anorganik secara berkelebihan menyebabkan ketergantungan tanaman akan asupan hara dari luar dan menghilangnya kemampuan lingkungan tanaman menyediakan hara secara alamiah. Karenanya, sangat diperlukan perlakuan khusus untuk memperbaiki dan mengembalikan kesuburan lahan tersebut menjadi produktif kembali, dengan mengkombinasikan asupan hara anorganik terbatas- seperti aplikasi teknologi granular majemuk tablet ( Gramalet® ) pada dosis secara bijaksana dan pupuk organik serta hayati ( seperti Green Phoskko® ) , sehingga produktivitas tanaman juga akan meningkat.

Pupuk organik sebagai kegiatan mikrobiologis bukanlah pupuk biasa ( kimia anorganik) yang secara langsung meningkatkan kesuburan tanah dengan menambahkan nutrisi ke dalam tanah. Pupuk organik, hayati atau mikrobiologis menambahkan nutrisi melalui proses alami, yaitu fiksasi nitrogen atmosfer, menjadikan fosfor bahan yang terlarut, dan merangsang pertumbuhan tanaman melalui sintesis zat-zat yang mendukung pertumbuhan tanaman. Mikroorganisme dalam pupuk mikrobiologis mengembalikan siklus nutrisi alami tanah dan membentuk material organik tanah. Melalui penggunaan pupuk mikrobiologis, tanaman yang sehat dapat ditumbuhkan sambil meningkatkan keberlanjutan dan kesehatan tanah. Petani perlu kembali memanfaatkan pupuk hayati dan organik sebagai solusi tepat untuk meminimalkan dampak buruk penggunaan pupuk kimia selama ini yang terbukti telah menimbulkan berbagai penyakit degeneratif ( diabetes melitus, hipertensi, dll) .

Sebenarnya, guna pemenuhan kebutuhan tanaman akan bahan organik, secara alami bahan ( sampah dan limbah ) organik akan mengalami penguraian ( dekomposisi) di alam dengan bantuan mikroba maupun biota tanah lainnya. Namun, proses pengomposan secara alami berlangsung lama dan lambat. Untuk mempercepat proses pengomposan, bagi kepentingan mendaur ulang sampah secara cepat, telah banyak dikembangkan teknologi pengomposan ( composting) , baik dengan teknologi sederhana ( open windrows) , sedang ( open windrows with aeration) , maupun teknologi tinggi ( Rotary Kiln Composter) . Metode kerja Rotary Kiln adalah pengembangan dari sistim " In Vessel Composting" . Dalam sistim ini dipergunakan kontainer atau tabung. Karena sistim ini dibatasi oleh struktur kontainer atau kiln, menjadi sangat baik digunakan untuk mengurangi pengaruh bau yang tidak sedap seperti bau sampah kota maupun mengurangi resiko tersebarnya polutan cair dan gas CO2.

Pada prinsipnya pengembangan teknologi Rotary Kiln didasarkan pada proses penguraian bahan organik yang dimanipulasi oleh pemberian lingkungan mikro ( kelembaban, suhu, kadar air, aerasi dan faktor lain bagi penguraian oleh mikroba pengurai) dapat berlangsung terus menerus tanpa henti. Proses penguraian dioptimalkan sedemikian rupa sehingga pengomposan dapat berjalan dengan lebih cepat dan efisien. Bagi kepentingan olah sampah skala komunal atau kawasan komersial ( pabrik, pemukiman, apartemen, pasar, usaha ternak dan perkebunan) maupun kawasan sosial ( sekolah, rumah sakit, tempat ibadah) tersedia alat mesin Rotary Klin dengan pilihan kapasitas olah sampah 1 m3 ( 1/ 3 Ton) / 5 hari , 3 m3/ 5 hari setara 1 ton sampai 6 m3 ( 2 Ton) / unit mesin/ 5 hari.

Teknologi pengomposan ( composting technology) saat ini menjadi sangat penting artinya terutama untuk mengatasi permasalahan sampah dan limbah ( organik) - khususnya di perkotaan, seperti untuk mengatasi masalah sampah di kawasan komersial ( pemukiman, mall, hotel, kawasan industri, pabrik, dll) , masalah sampah dan limbah di kawasan sosial ( sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, dll) serta masalah yang ditimbulkan dari keberadaan limbah organik ( industri makanan dan minuman, serta limbah pertanian, limbah peternakan dan perkebunan) .

Kompos, sebagai hasil dari pengolahan sampah dan limbah organik, bermanfaat besar bagi upaya memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas mikroba tanah yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan penambahan kompos. Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah. Aktivitas mikroba tanah juga diketahui dapat membantu tanaman menghadapi serangan penyakit. Tanaman yang dipupuk dengan kompos juga cenderung lebih baik kualitasnya daripada tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia, misal: hasil panen lebih tahan disimpan, lebih berat, lebih segar, dan lebih enak.

Pupuk adalah zat hara yang ditambahkan pada tumbuhan agar berkembang dengan baik sesuai genetis dan potensi produksinya. Pupuk dapat dibuat dari bahan organik ataupun non-organik (sintetis). Pupuk organik bisa dibuat dalam bermacam-macam bentuk meliputi cair, curah, tablet, pelet, briket, atau granul. Pemilihan bentuk ini tergantung pada penggunaan, biaya, dan aspek-aspek pemasaran lainnya.

Pupuk Organik

Cari Pupuk Organik

Memuat...

Info Katalog Online

http://www.kencanaonline.com adalah e-commerce yang menyediakan dan melayani penjualan secara online aneka produk " unique- healthy & eco friendly" bagi pendukungan pada pengelolaan sampah untuk sanitasi perkotaan menjadi pupuk organik. Pupuk organik selanjutnya mendukung perwujudan pertanian organik, pertanian berkelanjutan dan pengembangan komoditi dengan teknologi pemupukan terpadu.




Paket Teknologi Pembuatan Pupuk Organik

Paket Teknologi Pembuatan Pupuk Organik
Komposter adalah media penyimpan bahan pupuk organik (kompos ) yang berasal dari sampah organik seperti sisa sayuran, makanan, daging dan ikan yang akan menghasilkan pupuk organik. Bahan sampah organik ini akan mengandung nutrisi ( NPK, MgSCa dan Mikro Elemen) yang baik dan sedikit sekali mengandung logam berat (Fe, Al, Cu). Komposter ini baik digunakan bagi para hobbies tanaman dan pertamanan ( Type S sampai L) maupun yang secara profesional menjadi alat produksi kompos ( Rotary Klin ) dengan tujuan komersil. Paket Teknologi bagi tujuan komersial sebagai suatu Instalasi Pengelolaan Kompos Kota (IPKK) akan menghasilkan margin laba yang baik.

Pabrik Pupuk Organik Granul

Pabrik Pupuk Organik Granul
Investasi UKM dalam pembuatan pupuk organik granul kini bergairah setelah pemerintah memberikan subsidi bagi pembuatan pupuk organik. Inilah kali pertama lingkup kerja Lingkungan Hidup bertemu dengan Pertanian dalam menggarap masalah saampah kota- sebagai bahan organik yang berpotensi sangat besar dijadikan bahan pupuk - untuk dikembalikan ke desa.

Pertemuan Bisnis Organik Granul

Pertemuan Bisnis Organik Granul
Pertemuan pengusaha membahas peluang bisnis Organik Granul di Bandung berlangsung di Kadin Lounge. Komitmen investasi UKM akan membuka horison baru bahwa sampah kota akan sangat diperlukan bagi bahan baku pembuatan kompos dalam jumlah besar.

Trip Organik

Trip Organik
Wisata Organik atau Trip Organik "Posko Hijau" Bandung bertujuan mengenalkan aneka proses pembuatan bahan organik kompos hingga budidaya pertanian organik sampai mencicipi makanan serba sehat dan organik. Pesanan pada Trip Organik ini masih didasarkan atas Order, minimal Paket 25 Pax ( 25 Peserta by Micro Bus kapasitas 27 Seat). Dengan harga Rp 395.000,-/pax orang, peserta dapat melaksanakan sendiri pembuatan kompos sambil menikmati wisata unik di Bandung Selatan.