1.12.10

Sampah Organik, Limbah Organik dan Pupuk Organik

Sampah organik dan limbah organik dapat  memberi manfaat  kepada manusia setelah terlebih dahulu dirobah menjadi pupuk organik oleh peranan bakteri menguntungkan bagi manusia. Bakteri saprofit berperanan menguraikan tumbuhan atau hewan yang mati, sisa-sisa atau kotoran organisme. Bakteri sahabat manusia (probiotik) tersebut menguraikan protein, karbohidrat dan senyawa organik lainnya. 

Penguraian dalam kondisi tanpa oksigen (anaerobik), material organik akan menjadi gas amoniak, hidrogen sulfida (H2S), methana (CH4) dan senyawa lain yang lebih sederhana.  Sementara dalam kondisi cukup oksigen (aerobik), penguraian akan menghasilkan H2O dan CO2,  serta senyawa lain dalam bentuk nutrisi.  Oleh karenanya, keberadaan bakteri jenis saprofit ini, sangat berperan dalam mineralisasi di alam dan, dengan cara ini, bakteri membersihkan dunia dari sampah dan limbah organik. Tanpa kehadiran si jasad renik ini, niscaya bumi kita akan penuh oleh sampah  organik dan limbah organik, yakni segala material yang berasal dari jasad mati, berdampingan dengan jasad hidup. 

Bakteri, agar dapat dikelola pemanfaatannya, dapat diisolat kemudian dibiakan di laboratorium serta kemudian disimpan dalam media, dengan ditambahkan nutrisi secukupnya, tergantung masa dorman  yang diinginkan.  Makin banyak sediaan nutrisinya, masa hidup bakteri dalam media ini akan lebih lama dibanding jika nutrisi terbatas. Salah satunya  yang kini ada di pasaran adalah konsorsium aneka jenis bakteri, ragi dan fungi dalam aktivator Green Phoskko (GP-1), yang diketahui dan telah dirasakan bermanfaat membantu manusia dalam peranannya sebagai pengurai (dekomposer) sampah dan segala material organik. Konsorsium mikroba probiotik (sahabat manusia) ini disajikan dalam bentuk tepung ( powder), dikemas dalam pack per 250 gram, sehingga bisa dimobilisasi atau dibawa dengan mudah. Berisi bakteri aktinomycetes- spesies aktinomyces naeslundii, Lactobacillus spesies delbrueckii, Bacillus Brevis, Saccharomyces Cerevisiae, Cellulolytic Bacillus Sp, ragi, dan jamur dengan populasi 10 pangkat 7 per gram Cfu. Konsorsium bakteri, dalam aktivator bagi pembuatan pupuk organik ini, tergolong mesofilik hingga termofilik, artinya hidup optimal pd suhu 30 sd 55 serta 60 sd 80 derajat Celcius. 

Mikroba pengurai, atau  dekomposer ini berfungsi melapukan atau mendekomposisi sampah organik dan bahan organik (limbah kota, pertanian, peternakan, tinja, urine, sisa makanan,  dan material organik lainnya).  Pada kondisi kelembaban, suhu, porositas dan aerasi yang sesuai dengan kebutuhannya, bakteri ini akan bekerja terus menerus tanpa henti, atau akan mendekomposisi material organik dengan cepat. Misal, pada penggunaan dalam penguraian bahan organik (pengomposan) didalam komposter atau skala alat rotary kiln,  5 hari bisa menyelesaikan tugasnya mengurai aneka bahan organik tersebut.  

 Cepatnya proses pengkomposan sebagai bentuk penguraian kembali bahan organik menjadi material bersifat tanah, akan meningkatkan daya tarik dalam pembuatan kompos. Bakteri, yang bekerja tanpa henti, akan menghilangkan kesempatan bakteri lawannya atau merugikan (patogen) memproduksi amoniak, methan dan H2S -yang kemudian dipersepsikan masyarakat sebagai bau busuk sampah. Dengan bakteri bekerja terus menerus, akan menekan pertumbuhan mikroba patogen, atau  berbeda dengan apa yang terjadi pada kondisi tanpa oksigen (anaerobik).  Dengan saling melengkapi peranan (simbiosis) antara teknologi mikrobiologi dan alat mesin rotary kilnakan menurunkan biaya pengomposan karena efisiensi dari aspek waktu, tenaga kerja dan luas lahan bagi keperluan penumpukan sampah.  Resistensi (penolakan) tetangga akan suatu pembuatan kompos berbahan sampah dan limbah organik di sekitar pemukiman pun tidak terjadi lagi, karena memang tidak berbau.

Bekerjanya bakteri tanpa henti ini akan berlangsung, ketika lingkungan mikro dikelola oleh fungsi rotary kiln dalam  hal menjamin kecukupan oksigen (aerasi), menjaga kestabilan PH, menjaga temperatur, dan kelembaban. Namun persisnya kebutuhan lingkungan mikro, berbeda bagi tiap jenis bakteri satu dengan bakteri lainnya. Untuk itu, pada teknologi Biophoskko, dibuatlah desain komposter dan rotary kiln, sedemikian rupa, hasil perhitungan yang cermat berdasar kebutuhan aneka jenis bakteri  khusus sebagaimana terdapat dalam Green Phoskko (GP-1) tersebut. Karenanya,  dalam kepentingan mengolah sampah dan membuat kompos secara sempurna ( cepat, higienis, tidak berbau, tidak menghidupkan hewan kecil dan serangga, serta bermutu baik yakni CN ratio< 20, gembur tanpa harus dihancurkan oleh mesin) diperlukan kesesuaian ( compatible) antara alat ( media komposter) dan jenis bakterinya sebagai satu kesatuan. Tanpa itu, membuat pupuk organik (kompos) akan beresiko menimbulkan gas methan dan H2S sebagai polutan ( bau, cairan lindi, binatang) dan akan dipersepsikan rumit, lama, merugikan, menjijikan dan berbau. Itulah pangkal masalah banyaknya instalasi pengolahan sampah maupun produksi pupuk organik di perkotaan mendapat penolakan warga sekitar*)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan beri komentar

Pupuk adalah zat hara yang ditambahkan pada tumbuhan agar berkembang dengan baik sesuai genetis dan potensi produksinya. Pupuk dapat dibuat dari bahan organik ataupun non-organik (sintetis). Pupuk organik bisa dibuat dalam bermacam-macam bentuk meliputi cair, curah, tablet, pelet, briket, atau granul. Pemilihan bentuk ini tergantung pada penggunaan, biaya, dan aspek-aspek pemasaran lainnya.

Pupuk Organik

Cari Pupuk Organik

Memuat...

Info Katalog Online

http://www.kencanaonline.com adalah e-commerce yang menyediakan dan melayani penjualan secara online aneka produk " unique- healthy & eco friendly" bagi pendukungan pada pengelolaan sampah untuk sanitasi perkotaan menjadi pupuk organik. Pupuk organik selanjutnya mendukung perwujudan pertanian organik, pertanian berkelanjutan dan pengembangan komoditi dengan teknologi pemupukan terpadu.




Paket Teknologi Pembuatan Pupuk Organik

Paket Teknologi Pembuatan Pupuk Organik
Komposter adalah media penyimpan bahan pupuk organik (kompos ) yang berasal dari sampah organik seperti sisa sayuran, makanan, daging dan ikan yang akan menghasilkan pupuk organik. Bahan sampah organik ini akan mengandung nutrisi ( NPK, MgSCa dan Mikro Elemen) yang baik dan sedikit sekali mengandung logam berat (Fe, Al, Cu). Komposter ini baik digunakan bagi para hobbies tanaman dan pertamanan ( Type S sampai L) maupun yang secara profesional menjadi alat produksi kompos ( Rotary Klin ) dengan tujuan komersil. Paket Teknologi bagi tujuan komersial sebagai suatu Instalasi Pengelolaan Kompos Kota (IPKK) akan menghasilkan margin laba yang baik.

Pabrik Pupuk Organik Granul

Pabrik Pupuk Organik Granul
Investasi UKM dalam pembuatan pupuk organik granul kini bergairah setelah pemerintah memberikan subsidi bagi pembuatan pupuk organik. Inilah kali pertama lingkup kerja Lingkungan Hidup bertemu dengan Pertanian dalam menggarap masalah saampah kota- sebagai bahan organik yang berpotensi sangat besar dijadikan bahan pupuk - untuk dikembalikan ke desa.

Pertemuan Bisnis Organik Granul

Pertemuan Bisnis Organik Granul
Pertemuan pengusaha membahas peluang bisnis Organik Granul di Bandung berlangsung di Kadin Lounge. Komitmen investasi UKM akan membuka horison baru bahwa sampah kota akan sangat diperlukan bagi bahan baku pembuatan kompos dalam jumlah besar.

Trip Organik

Trip Organik
Wisata Organik atau Trip Organik "Posko Hijau" Bandung bertujuan mengenalkan aneka proses pembuatan bahan organik kompos hingga budidaya pertanian organik sampai mencicipi makanan serba sehat dan organik. Pesanan pada Trip Organik ini masih didasarkan atas Order, minimal Paket 25 Pax ( 25 Peserta by Micro Bus kapasitas 27 Seat). Dengan harga Rp 395.000,-/pax orang, peserta dapat melaksanakan sendiri pembuatan kompos sambil menikmati wisata unik di Bandung Selatan.