26.1.09

Investasi Dalam Kemitraan Pupuk Organik Granul

Jumat, 16/01/2009 16:02 WIB
Pusri Tawarkan Kemitraan Pupuk Organik
Muchus Budi R. - detikFinance

Sragen - PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) menawarkan program kemitraan kepada pengusaha kecil dan menengah untuk berinvestasi dalam pengembangan pupuk organik. Program itu dimaksudkan untuk guna mempercepat kapasitas produksi pupuk organik nasional.

Menurut Dirut PT Pusri, Dadang Heru Kodri, ketergantungan petani terhadap pupuk non organik hingga saat ini masih cukup tinggi padahal harganya jauh lebih mahal jika dibanding dengan pupuk organik. Karena itulah pihaknya merasa perlu mengenalkan pupuk organik secara menyeluruh kepada petani.

"Program kemitraan ini perlu kami kembangkan untuk membantu menumbuhkan sektor riil. Dengan demikian produksi kebutuhan pupuk organik yang dipatok mencapai 450.000 ton pada 2009 ini dapat tercapai," ujar dalam peresmian pabrik pupuk organik di Grompol, Sragen, Jumat (16/1/2009).

Dalam program tersebut, lanjut Dadang, seluruh mitra usaha akan mendapat lisensi menjual pupuk organik dengan brand PT Pusri. Selain itu akan diberi pelatihan sebagai operator dan pelatihan tenaga pemasaran.

Menurut Dadang, pabrik pupuk organik di Sragen tersebut adalah pabrik ketiga setelah sebelumnya PT Pusri sudah mendirikan pabrik serupa di Cianjur dan Lumajang. Diharapkan pendirian pabrik-pabrik tersebut dapat mendukung program Pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pupuk nasional.

Pabrik di Sragen itu menelan investasi Rp 2,6 miliar dengan kapasitas produksi 10 ton per hari. Dengan kapasitas itu, pabrik tersebut ditargetkan mampu memproduksi 3.000 ton pupuk organik selama setahun untuk mencukupi kebutuhan di kawasan Jateng maupun daerah lainnya.(mbr/qom)

12.1.09

Mesin Granulator Pupuk Organik

Pengembangan pupuk organik tidaklah sesederhana mengelola pupuk anorganik ( kimia sintetis) - yang telah dilengkapi dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan mesin serba canggih. Kualitas pupuk organik alami sangat bervariasi tergantung bahan dasar ( bahan baku), kadar air dan cara pembuatannya.

Banyak petani yang membeli jadi terlalu mahal untuk pupuk organik, karena ternyata kurang bermanfaat. Ketidak-jelasan kualitas bisa membawa persoalan pada kurangnya minat petani secara jangka panjang. Belum lagi soal biaya mobilisasi pupuk karena volume penggunaannya per hektar lahan yang besar, lebih dari 1 ton/ha pupuk organik. Kondisi itu akan menimbulkan masalah inefisiensi karena pengangkutan dari pabrik ke lokasi kebun dan dari pinggir jalan ke lahan petani. Permasalahan tersebut akan berujung pada kesulitan modal kerja petani, dan berakhir pada keengganan petani menggunakan pupuk organik.

Upaya penambahan unsur hara (N,P,K) dengan mencampurkan pupuk pabrik ( kimia ) dalam proses pembuatan pupuk organik, yang misalnya dilakukan oleh perusahaan nakal untuk menarik pembeli, beresiko meningkatkan kerancuan kualitas organik. Selain itu, manfaat pupuk organik bukanlah penambahan hara tanah, kecuali beberapa jenis hara mikro tertentu, melainkan, yang utama adalah memperbaiki kesuburan fisika dan biologi tanah.

Upaya mendukung peningkatan kualitas pupuk organik- salah satunya- ditempuh dengan penyediaan alat mesin bagi penyajian pupuk organik sehingga pupuk organik menarik minat petani pengguna. Berikutnya, keberadaan teknologi dan sumber bahan baku murah dan terjangkau (affordable) bagi pencampuran dalam pengkayaan ( enrichment) unsur hara. Dengan keberadaan teknologi alat mesin Biophoskko, kompos - sebagai bahan baku terbesar ( berasal dari sampah organik di perkotaan ) - yang tersedia bagi pengembangan pertanian organik, dapat disajikan lebih praktis, efisien dan relatif murah di mata petani.

Pupuk organik yang berasal dari kompos dan bahan pengkayaan lainnya kini bisa dibuat dalam bermacam-macam bentuk meliputi bentuk curah kasar, curah halus, tablet, pelet, briket, atau granul.

Perkembangan permintaan terhadap kompos padat dan atas pertimbangan kemudahan dalam aplikasi pemupukan, kini banyak kompos dibentuk granul. Bentuk granul- butiran seperti bentuk kacang hijau sampai bentuk kacang kedelai ukuran 2 mm sampai 4 mm- juga memungkinkan penambahan unsur hara organik lain ( sumber Kalium dari abu janjang sawit), sumber P2O5 ( dari Phosphates Alam) dan sumber Carbon ( meningkatkan rasio C/N dari lignit atau batubara muda ) serta zat pengatur tumbuh ( ZPT) dan mikroba pelarut.

Satu set alat mesin granulator Biophoskko dengan kapasitas 1 ton/ jam terdiri dari 1 penghancur bahan ( hammer mill ), 2 unit pengering ( dryer), 1 pembentuk granul ( pan granulator) dan 2 unit pengayak atau pemisahan ukuran ( sifter atau screen tools) serta 4 set pembawa ( conveyor belt). Conveyor belt terdiri dari 2 unit untuk feeding bahan pencampuran pupuk organik granul ( kompos curah, abu janjang sawit, phospat, mikroba dan zeolit dan lignit) ke pengering ( dryer) dilengkapi vibrator screen, 1 unit set conveyor granul ke pengering ( dryer) dan 1 set belt sebagai pembawa ( feeding) ke ayakan ( sifter atau screen).

Pengeringan bertujuan menyiapkan bahan agar mudah dihancurkan dan dihaluskan dengan menggunakan alat pengering ( rotary dryer). Target kadar air kompos kering kurang lebih 20 persen. Kompos yang sudah kering kemudian digiling dengan mesin giling ( hammer mill) untuk mencapai tingkat kehalusan kompos yang diperlukan minimal 80 mesh.

Selanjutnya, proses granulasi dengan menggunakan pan granulator. Alat ini berbentuk piringan yang berputar. Ukuran pan piringan bisa bermacam-macam, namun dalam paket ini pan granulator memiliki ukuran 2.5 m.

Langkah berikutnya adalah pengeringan granul hingga mencapai kadar 4 persen hingga 12 persen ( standar Departemen Pertanian RI) atau hingga 20 persen ( bagi penggunaan sendiri). Setelah pengeringan kemudian feeder conveyor belt akan membawa ke pengayakan untuk memisahkan pupuk granul organik hingga lolos mesh 60 sampai 100.

Dan langkah terakhir, setelah sortir dan pengeringan adalah pengemasan pupuk organik granul. Ukuran kemasan bisa bermacam-macam, pilihan volume 5 kg, atau 10 kg. Kemasan juga bisa menggunakan karung PE dengan ukuran 25 - 30 kg.

Kandungan unsur hara P dan K dalam pupuk organik granul hanya 1 sampai 5 % saja mengingat bahan organik, berdasar pengalaman empiris dan bahkan penelitian, menunjukan bahwa kandungan organik tidak lebih dari 5 %.


10.1.09

Peluang Bisnis Pupuk Organik Granul

Pupuk organik bisa dibuat dalam bermacam-macam bentuk. Bisa dibuat curah, tablet, pelet, briket, atau granul. Pemilihan bentuk ini tergantung pada penggunaan, biaya, dan aspek-aspek pemasaran lainnya. Salah satu bentuk yang banyak dipakai adalah granul. Membuat pupuk granul sebenarnya tidak terlalu sulit. Secara garis besar pupuk granul dapat dibuat dengan cara seperti di bawah ini.

Pengeringan Bahan

Bahan pupuk organik yang digunakan bisa dibuat dari pupuk kandang. Tapi perlu diingat pupuk kandang yang digunakan adalah pupuk kandang yang sudah ‘matang’ bukan yang baru keluar dari binatangnya. Bisa juga menggunakan kompos, baik kompos dari limbah pertanian, kompos dari sampah organik, atau humus yang langsung diambil dari tanah.
Langkah pertama adalah pengeringan. Kompos ini harus dikeringkan terlebih dahulu. Pengeringan dapat dilakukan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari atau dengan menggunakan alat pengering (rotary dryer). Kadar air kompos kering kurang lebih <20%.>
rotary dryer
Rotary dryer untuk mengeringkan kompos/pupuk organik.
Diamater alatnya kurang lebih 150 cm dan panjang 9 m.

Penggilingan dan Pengayakan

Kompos yang sudah kering kemudian digiling dengan mesin giling. Atau ditumbuk saja juga bisa. Tingkat kehalusan kompos yang diperlukan minimal 80 mesh. Biasanya aku memilin 100 mesh. Kompos halus ini kemudian diayak dengan ayakan 80 mesh atau 100 mesh. Sisa bahan yang tidak lolos ayakan dikembalikan ke alat penggiling.

Penambahan Bahan-bahan Lain

Apabila diperlukan dapat pula ditambahkan beberapa bahan lain. Beberapa bahan yang sering ditambahkan adalah pupuk anorganik untuk meningkatkan kandungan hara N, P, K, atau hara mikro lainnya. Dapat pula ditambahkan dengan asam humat atau asam fulvat atau hormon perangsang pertumbuhan tanaman. Apabila memungkinkan dapat pula ditambahkan dengan mikroba-mikroba. Cuma tidak semua mikroba bisa ditambahkan ke dalam pupuk granul. Banyaknya bahan yang ditambahkan berbeda-beda untuk setiap perusahaan. Jenis dan dosis ini merupakan ‘rahasia perusahaan’ masing-masing. Ibaratnya masakan, jenis masakan bisa sama tetapi ‘ramuannya’ bisa berbeda-beda untuk setiap koki.

Granulasi

Setelah semua bahan siap, langkah berikutnya adalah pembuatan granul. Granul dapat dibuat dengan berbagai cara. Cara paling sederhana adalah dengan menggunakan nampan biasa. Biasanya digunakan cara ini untuk membuat contoh granul skala kecil. Bahan yang diperlukan sekitar 300 gr - 500 gr. Caranya, bahan dimasukkan ke dalam nampan, tambahakan air + perekat (jika perlu). Kemudian nampan digoyang-goyang sampai terbentuk granul. Yang perlu diperhatikan dalam langkah ini adalah penambahan air/perekat. Jumlahnya harus pas, tidak boleh berlebih atau terlalu sedikit. Di sinilah seni-nya membuat granul.
Alat lain yang juga dapat digunakan untuk membuat granul adalah moleh pengaduk semen. Alat ini biasa digunakan oleh para tukang batu untuk membuat rumah dan dapat diperoleh di toko-toko penjual alat bagunan. Prinsip kerjanya sama seperti cara di atas. Pertama masukkan bahan ke dalam moleh. Hidupkan mesinnya. Sambil diputar-putar, masukkan air sedikit demi sedikit ke dalam molen hingga terbentuk granul. Setelah granul terbentuk, isi molen dapat dituang.
molen
Pembuatan granul dengan molen.
Alat lain yang khusus dibuat untuk granulasi adalah pan granulator. Alat ini berbentuk piringan yang berputar. Prinsip kerjanya sih masih sama dengan cara nampan di atas. Ukuran piringan bisa bermacam-macam. Kami memiliki pan granulator ukuran kecil dengan diameter 1 m dan ada juga yang berukuran 2.5 m. Cara kerjanya sama seperti yang telah disebutkan di atas.
pan granulator kecil
Pan granulator ukuran kecil yang kami gunakan untuk percobaan atau membuat prototipe pupuk organik. Diameter piringan kurang lebih 1 m.
pan granulator
Pan granulator ukuran besar di salah satu pabrik pupuk organik.
Setelah granul terbentuk, granul ini perlu diayak untuk mendapatkan ukuran granul yang seragam. Ukuran ayakan tergantung pada ukuran granul yang akan dibuat.
pupuk organik granul
Pupuk organik granul

Pengemasan

Langkah berikutnya adalah pengemasan pupuk granul. Ukuran kemasan bisa bermacam-macam. Kemasan-kemasan kecil bisa berukurang 1 kg, 5 kg, atau 10 kg. Kemasan juga bisa menggunakan karung dengan ukuran 25 - 30 kg. Kemasan biasanya terdiri dari dua bagian, bagian luar dan bagian dalam (inner). Kemasan bagian luar diberi merek/nama/logo perusahaan.
Disalin dari tulisan aslinya di http://isroi.wordpress.com/2008/02/21/membuat-pupuk-organik-granul/

7.1.09

Membuat Pupuk Organik Cair

Komposter Elektrik Biophoskko® KE-100L diciptakan untuk memenuhi keinginan para pehobies tanaman hias, bunga dan pencinta lingkungan - yang memiliki kegemaran, kepedulian dan keinginan mengolah sampah organik ( material yang berasal dari makhluk hidup tumbuhan, hewan dan manusia) guna mendapatkan pupuk kompos padat dan pupuk organik cair (POC) secara praktis.
Dimensi PLT ( Panjang x Lebar x Tinggi) komposter Matic Elektrik KE-100L ini adalah = (55 cm x 55 cm x 85 ) cm, terbuat dari bahan fiber, plastik dan motor engine hasil perakitan (assembling) aneka spare part mesin cuci dikota Batam, memerlukan daya listrik 330 watt, 220 Volt. Dengan Komposter elektrik Biophoskko®, membuat pupuk kompos padat dan pupuk cair menjadi mudah dan sangat praktis.

Keunggulan khusus Komposter Elektrik KE-100L ini adalah kemampuannya dalam menghasilkan pupuk kompos cair (PKC). Dengan menghidupkan tombol membilas (Spinning) pada saat adonan kompos sudah matang ( di hari ke 5) dan hari berikutnya setelah ditambahkan larutan mikroba probiotik Green Phoskko, dapat segera terpisahkan antara pupuk kompos padat dengan pupuk kompos cairan. Pada tujuan utama membuat pupuk kompos cair, lakukan terus menerus sampai didapatkan jumlah pupuk cair sesuai keinginan sampai keluaran cairan berwarna bening dan kompos padat terbersihkan. 

Pupuk adalah zat hara yang ditambahkan pada tumbuhan agar berkembang dengan baik sesuai genetis dan potensi produksinya. Pupuk dapat dibuat dari bahan organik ataupun non-organik (sintetis). Pupuk organik bisa dibuat dalam bermacam-macam bentuk meliputi cair, curah, tablet, pelet, briket, atau granul. Pemilihan bentuk ini tergantung pada penggunaan, biaya, dan aspek-aspek pemasaran lainnya.

Pupuk Organik

Cari Pupuk Organik

Memuat...

Info Katalog Online

http://www.kencanaonline.com adalah e-commerce yang menyediakan dan melayani penjualan secara online aneka produk " unique- healthy & eco friendly" bagi pendukungan pada pengelolaan sampah untuk sanitasi perkotaan menjadi pupuk organik. Pupuk organik selanjutnya mendukung perwujudan pertanian organik, pertanian berkelanjutan dan pengembangan komoditi dengan teknologi pemupukan terpadu.




Paket Teknologi Pembuatan Pupuk Organik

Paket Teknologi Pembuatan Pupuk Organik
Komposter adalah media penyimpan bahan pupuk organik (kompos ) yang berasal dari sampah organik seperti sisa sayuran, makanan, daging dan ikan yang akan menghasilkan pupuk organik. Bahan sampah organik ini akan mengandung nutrisi ( NPK, MgSCa dan Mikro Elemen) yang baik dan sedikit sekali mengandung logam berat (Fe, Al, Cu). Komposter ini baik digunakan bagi para hobbies tanaman dan pertamanan ( Type S sampai L) maupun yang secara profesional menjadi alat produksi kompos ( Rotary Klin ) dengan tujuan komersil. Paket Teknologi bagi tujuan komersial sebagai suatu Instalasi Pengelolaan Kompos Kota (IPKK) akan menghasilkan margin laba yang baik.

Pabrik Pupuk Organik Granul

Pabrik Pupuk Organik Granul
Investasi UKM dalam pembuatan pupuk organik granul kini bergairah setelah pemerintah memberikan subsidi bagi pembuatan pupuk organik. Inilah kali pertama lingkup kerja Lingkungan Hidup bertemu dengan Pertanian dalam menggarap masalah saampah kota- sebagai bahan organik yang berpotensi sangat besar dijadikan bahan pupuk - untuk dikembalikan ke desa.

Pertemuan Bisnis Organik Granul

Pertemuan Bisnis Organik Granul
Pertemuan pengusaha membahas peluang bisnis Organik Granul di Bandung berlangsung di Kadin Lounge. Komitmen investasi UKM akan membuka horison baru bahwa sampah kota akan sangat diperlukan bagi bahan baku pembuatan kompos dalam jumlah besar.

Trip Organik

Trip Organik
Wisata Organik atau Trip Organik "Posko Hijau" Bandung bertujuan mengenalkan aneka proses pembuatan bahan organik kompos hingga budidaya pertanian organik sampai mencicipi makanan serba sehat dan organik. Pesanan pada Trip Organik ini masih didasarkan atas Order, minimal Paket 25 Pax ( 25 Peserta by Micro Bus kapasitas 27 Seat). Dengan harga Rp 395.000,-/pax orang, peserta dapat melaksanakan sendiri pembuatan kompos sambil menikmati wisata unik di Bandung Selatan.